Januari 19, 2008

Tarif Turun, Trafik Naik, Operator Tetap Untung


JAKARTA - Tariftelekomunikasi dipastikan akan turun, seiring dengan formula tarif baru yang dikeluarkan regulator pada akhir Januari ini. Operator pun dipastikan akan tetap mereguk untung dari trafik yang akan meningkat.

"Selalu akan terjadi elastisitas karena pasar di Indonesia ini adalah pasar prepaid yang tergantung pada spending tiap bulan. Mau harga turun atau naik, mereka tetap pakai," ujar Direktur Utama Indosat Jhonny Swandy Sjam, saat ditemui disela acara penandatanganan peningkatan kerja sama Mobile Banking dengan Bank Syariah Mandiri, Jumat (18/1/2008).

Menurutnya, spending yang dikeluarkan oleh pengguna telekomunikasi akan tetap, hanya trafik yang akan meningkat. Dari situ operator tetap mendapatkan keuntungan dari peningkatan trafik.

Ditemui disela acara konferensi pers Telkom, di Gedung Telkom Jalan Gatot Soebroto, hal yang sama pun diungkapkan Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja. Menurunya revenue akan tetap tumbuh walaupun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan, pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah meyakinkan bahwa operator sudah memprediksi pada tahun 2008 ini tarif telekomunikasi cenderung turun namun kecenderungan penurunan ini terjadi karena adanya kompetisi yang semakin ketat. Walaupun menurutnya harus ada keseimbangan yang terjadi sehingga operator masih bisa mendapatkan insentif untuk investasi.

Namun lain halnya dengan tarif telekomunikasi lokal yang menurutnya tidak akan turun lagi dikarenakan saat ini tarif komunikasi lokal sudah terbilang sangat murah berkat subsidi dari SLJJ sebesar 20 hingga 30 persen.

Lalu bagaimana dengan tarif SMS? Rinaldi mengungkapkan bahwa tarif SMS di Indonesia sudah cukup murah dibanding negara lain dan perhitungan tarif dasar SMS sebesar Rp76 hanya merupakan biaya perhitungan network element dan belum memasukkan biaya lainnya.

"Tarif SMS di Indonesia masih terbilang murah dibanding negara-negara lain. Filipina saja memberlakukan tarif sms, jika dikonversi ke rupiah, sekira Rp240. Maxis pun hanya sekira Rp280," ujar Rinaldi.

Kamis (17/1/2008) siang,� Menkominfo mengadakan pertemuan kedua dengan para operator dalam membahas penurunan tarif ini di Gedung Postel. Menkominfo memastikan formula perhitungan tarif akan keluar pada akhir Januari ini dengan penurunan tarif sekira 10 hingga 30 persen. Hanya saja implementasi penurunan akan mulai digalakkan pada April dengan harapan penurunan ini pun akan turut menurunkan tarif retail seluler lintas operator.

Implementasi penurunan tarif akan dilakukan dengan soft policy, yang artinya pemerintah akan menunggu kesadaran operator untuk menerapkannya. Jika disinyalir operator tidak memberlakukan penurunan tarif maka pemerintah akan langsung menerapkan hard policy. (mbs)

Waspadai Virus yang Tersembunyi dalam Windows


PARA ahli keamanan memperingatkantentang keberadaan virus yang tersembunyi dalam OS Windows yang mampu mencuri data lengkap berupa identitas nasabah bank online.

Pada Desember 2007, virus jahat ini telah mengorbankan kurang lebih 5.000 nasabah yang sebagian besar berdomisili di Eropa.

Pelaku menjebak para korban via booby-trapped website yang memanfaatkan kelemahan program pengakses internet Microsoft untuk menempatkan kodenya.

Para ahli mengatakan bahwa virus ini berbahaya karena virus ini tersembunyi sehingga sulit terdeteksi.

Virus berbahaya ini mempunyai kelebihan menimpa salah satu bagian HD komputer, Master Boot Record (MBR). "Ketika Anda berhasil mengambil alih kontrol MBR, maka OS komputer tersebut sepenuhnya di bawah kontrol Anda," seperti dikutip dari tulisan Elia Florio pada blog perusahaan sekuriti, Symantec, Senin (14/1/2008).

Florio menekankan bahwa virus-virus tersebut mengambil alih kontrol sebelum Windows menguasai MBR.

Sekali virus itu terinstall, maka dia akan mendownload program sejenis keylogger, yang kemudian digunakan untuk mencuri informasi rahasia.

Hasil pengamatan iDefense, salah satu perusahaan sekuriti, bahwa dalam jangka waktu antara 12 Desember dan 7 Januari lebih dari 5,000 mesin sudah terinfeksi oleh virus ini.

GMER, perusahaan sekuriti independen, telah menemukan program yang mampu mencari dan menghapus virus tersembunyi tersebut. (mbs)

Apple Luncurkan Laptop Super Tipis


SAN FRANSISCO - Perusahaan komputer raksasa Apple, memperkenalkan produk barunya Laptop super tipis dan ringan Selasa 15 Januari 2008 kemarin di San Francisco. CEO Apple, Steve Jobs menyatakan bahwa laptop bernama MacBook Air itu merupakan laptop paling ringan di dunia.

"Ini merupakan notebook paling ringan di dunia. Kami sudah menelusuri keluar dan melihat semua laptop ringan di luar sana," katanya Steve sembari tersenyum memperkenalkan produknya.

MacBook Air memang laptop yang memiliki bentuk tipis, bagian bawahnya setebal 0,76 inch (1,93 cm) dan bagian atasnya setebal 0,16 inch dengan berat 1,3 kilogram dan seharga USD 1.799 atau 1.200 pounsterling (sekira Rp16,9 juta). Ini memang termasuk tipis jika dibandingkan dengan laptop lainnya, yang paling tipis hanya 0,8 inch dan 1,2 inch. Akhirnya produsen chip komputer dunia, Intel harus menyusutkan prosesornya sekira 60 persen untuk bisa digunakan dalam MacBook Air.

"Ketika kami mulai proyek ini, kami tidak mengira bahwa hal ini bisa kami wujudkan," kata Pemilik (CEO) Intel, Paul Otellini.

Apple memang telah mendistribusikan sekira lima juta kopi sistem operasi Leopardnya yang baru untuk komputer Macintosh sejak diluncurkan pada Oktober 2007 lalu. "MacBook Air bisa menggebrak pasar laptop super ringan dan tipis," kata Steve.

HP Kurangi Konsumsi Energi PC Hingga 25%

LAS VEGAS ? HP berkomitmen untuk mengurangi penggunaan energi dari desktop dan notebook PC sebesar 25 persen pada tahun 2010.

HP saat ini juga menjadi yang terdepan di industri TI khususnya dalam hal jumlah produk-produk yang terdaftar pada Electronic Product Environmental Assessment Tool (EPEAT) Gold dengan memperkenalkan lebih dari 24 PC yang terdaftar pada tingkat rating Gold atau Silver lainnya.

?Selama beberapa dasarwarsa, HP telah mengintegrasikan komponen-komponen dan proses yang ramah lingkungan pada keseluruhan daur ulang produk,? ujar Todd Bradley, Executive Vice President, Personal Systems Group, HP. ?Kami berupaya keras agar tujuan pengurangan konsumsi energi sebesar 25 persen dapat tercapai pada tahun 2010, dan penambahan registrasi EPEAT-Gold mencerminkan bagaimana HP memimpin pasar TI khususnya dalam mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh produk dan proses bisnis," tambah Bradley, seperti dalam keterangan persnya, Kamis (17/1/2008).

HP telah lama fokus pada pengembangan produk-produk yang didesain dengan mengacu pada lingkungan, dan menjadi penghasil PC pertama yang mendaftarkan sebuah produk EPEAT Gold ? HP Compaq rp5700 Long Lifecycle Business Desktop PC ? pada tahun 2007.

Sistem EPEAT membantu pembeli untuk mengevaluasi, membandingkan dan memilikih komputer desktop, notebook dan monitor berdasarkan elemen-elemen produk yang ramah lingkungan. EPEAT melakukan evaluasi terhadap produk-produk elektronik dan mengklasifikasikannya ke dalam tiga tingkatan: Bronze, Silver dan Gold.
Produk-produk HP terbaru untuk keperluan bisnis yang memenuhi standar tertinggi - status Gold ? adalah HP Compaq 2510p dan HP Compaq 2170p Business Notebook series PC dan keseluruhan model HP Compaq dc7800, dc5750 dan dc5700 Business Desktop PC families.

HP juga memiliki beragam desktop dan notebook PC terbaru untuk consumer yang sesuai kualifikasi U.S EPA ENERGY STAR dan terdaftar pad EPEAT Silver. Notebook-notebook terbaru tersebut meliputi HP Pavilion dv9700, dv6700, dv2700 and tx1000 series serta Compaq Presario A9000, F700 and C700 series. Untuk produk desktop, HP tengah memperkenalkan HP Pavilion a6360 yang tersedia dalam beragam konfigurasi yang dapat dikustomisasi pada HP Home and Home Office online store.

HP berharap dapat mencapai tujuannya dalam mengurangi konsumsi energi di tahun 2010 dengan melalui beragam strategi, meliputi pengintegrasian beberapa komponen sebagai suplai daya yang lebih efisien dan chipset energi rendah serta proses dan teknologi hemat energi pada keseluruhan portofolio PC.

Produk-produk tersebut saat ini terdaftar sebagai EPEAT Gold yang menggabungkan beragam fitur untuk membantu aneka bisnis mengurangi dampak terhadap lingkungan. Sebagai contoh, HP Compaq dc7800 Business Desktop PC dilengkapi dengan fitur-fitur hemat energi, dimulai dari prosesor Intel Core 2 Duo terbaru yang hemat penggunaan energi dan menghadirkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan versi sebelumnya. HP dc7800 Ultra-slim Desktop PC terbaru yang merupakan desktop terkecil dan siap digunakan untuk kalangan enterprise tampil 46 persen lebih kecil dibandingkan dengan model sebelumnya. Hal ini menjadikan produk tersebut mampu menghadirkan penghematan energi yang maksimal dengan� power supply standar 85 persen lebih efisien tanpa mengurangi performa. �

Fitur lain yang membantu mengurangi penggunaan daya pada seluruh jajaran desktop bisnis HP adalah power supplies 80 PLUS� yang bersifat opsional. Power supplies tersebut mampu memberikan penghematan hingga 15 persen dibandingkan dengan power supplies standar. Setiap tahunnya, sebanyak 1.000 PC dengan 80 PLUS power supplies dapat melakukan penghematan setara dengan emisi karbondioksida yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar lebih dari 4.500 galon.

Sebagai tambahan, perangkat software management Verdiem SURVEYOR telah di-preloaded pada type dc7800 series PC. Ketika diaktivasi, SURVEYOR dapat membantu mengukur, mengelola dan mengurangi penggunaan daya pada PC dan monitor hingga 33 persen, atau sekitar 200 kilowatt per jam per PC setiap tahunnya. (srn)

Sinyal Handphone


Si Musro yang udik baru saja panen dan kemudian dia pergi ke kota. Dia sangat ingin membeli handphone. Maka ia pergi ke counter hp.

Musro: Mbak, saya mau beli hp.
Sales: Ini, Mas.
Musro: Lo, kok gak nyala?
Sales: O, ini belum ada nomor kartunya, Mas. Mas harus beli kartunya dulu.
Musro: Ya udah, saya beli kartunya. Kasih nomor cantik ya. (idih, udik kok ngerti nomor cantik?-red)

Setelah itu pulanglah si Musro ke kampungnya, tapi dia heran kok gak bisa dipake tuh hp, maka besoknya ia datangi lagi sales tokonya.

Musro: Kamu ini gimana, kok hp ini gak bisa dipake di kampung saya?
Sales: O, itu karena di kampung Mas belum ada sinyal.
Musro: La, situ kok nggak bilang kemarin. Ya udah saya beli sinyalnya sekalian, jualan kok sendiri-sendiri gitu. (mbs)

Wireless


Para ahli sejarah meneliti kemajuan teknologi di masa lalu. Objeknya, tiga negara besar yakni, Inggris, Amerika, dan Indonesia.

Di Inggris, pada kedalaman 200 meter ditemukan tembaga. Para ahli berpendapat di Inggris 200 tahun lalu sudah menggunakan kawat tembaga untuk berkomunikasi. (Wuih hebat.., red)

Di Amerika, ditemukan kaca pada kedalaman 300 meter. Lantas, para ahli-pun mengambil kesimpulan.

"Berarti 300 tahun lalu, di Negeri Paman Sam sudah menggunakan fiber optic (serat kaca) untuk berkomunikasi," ujar salah satu peneliti, sambil manggut-manggut.

Nah, sekarang giliran Indonesia. Setelah lelah menggali, para ahli tidak menemukan apapun untuk diteliti.

Para peneliti terus menggali hingga kedalaman 1.000 meter. Hasilnya, tetap nihil. Akhirnya, para ahli menarik kesimpulan. �

Ternyata, Indonesia waktu itu lebih canggih dibandingkan negara manapun. Karena 1.000 tahun yang lalu, Indonesia sudah menggunakan teknologi Wireless. (Iyalah, dari zaman dulu keris sudah bisa diterbangkan dari jarak jauh, red) (srn)

Januari 18, 2008

Jika anda pengen tahu tentang penulis mohon kirim email ke


teriyaki15@gmail.com
teriyaki@student.eepis-its.edu

Januari 16, 2008

Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas



teknodik.gifCeritanya, saya mencoba membuat model berdasarkan strategi-strategi yang saya lakukan dalam implementasi e-Learning, khususnya untuk IlmuKomputer.Com dan beberapa sistem e-Learning lain. Dan jadilah formulasi sederhana bernama Model Motivasi Komunitas alias Community Motivation Model. Saya bungkus formulasi tersebut dalam suatu penelitian sederhana yang saya propose sebagai penelitian individu pada Diklat Peneliti LIPI tahun 2006. Nggak nyangka, dengan judul penelitian ini saya mendapat penghargaan menjadi peneliti terbaik pada Diklat Peneliti LIPI itu …hehehe (narsis mode on). Nah seperti biasa daripada paper 17 halaman ini nongkrong terus di hard disk, tahun ini saya coba kirimkan ke jurnal ilmiah Teknodik yang diterbitkan oleh Pustekkom, Depdiknas. Alhamdulillah atas bantuan teman-teman di Pustekkom (thanks pak Ade, pak Uwes dan pak Gatot ;) ), bisa cepat masuk di Jurnal Teknodik edisi Agustus 2007, tepatnya No. 21/XI/TEKNODIK/AGUSTUS/2007. Nah, daripada juga cuman sedikit dibaca orang di jurnal teknodik, saya share sekalian di blog ini …

Paper saya susun dalam bentuk standard penelitian ilmiah, yaitu pendahuluan, metodologi penelitian, proposed model (model motivasi komunitas), hasil dan pembahasan, dan terakhir penutup. BTW, saya sedang membuat satu tulisan lagi tentang teknik dan metode penelitian untuk skripsi, dan saya akan jadikan penelitian ini sebagai contoh penelitian. Hanya mungkin perlu saya perbaiki format penulisan paper (makalahnya) menjadi format skripsi. Ok mohon sabar menunggu untuk artikel yang satu ini )

Kembali ke tulisan di jurnal, saya mengambil latar belakang adanya masalah di dunia penerapan e-Learning. Menurut sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group kepada 40 perusahaan besar di Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan atau kursus yang menggunakan konsep eLearning. Ketika eLearning itu diwajibkan kepada mereka, 30% menolak untuk mengikutinya [Dublin & Cross, 2003]. Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti eLearning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir [Delio, 2000].

Nah dari sini, saya approach dengan Model Motivasi Komunitas yang saya buat. Model inilah yang sebenarnya dulu saya terapkan untuk IlmuKomputer.Com dan juga di e-Learning lain. Saya analisa data-data dari hasil pengujian modelnya. Saya uji dan buktikan apakah relasi-relasi antar Konsep atau Subkonsep di Model Motivasi Komunitas tersebut terbukti. Jangan lupa melihat bagian Metodologi Penelitian di makalah untuk menelusuri tahapan penelitian yang saya lakukan. Nah hasil analisanya sendiri secara lengkap ada di bagian Hasil dan Pembahasan. Sebenarnya yang saya lakukan sangat sederhana, disamping variable yang saya uji juga tidak terlalu banyak, tapi paling tidak proses dan tahapan penelitian ilmiahnya tergambar secara jelas. Ini mungkin yang menjadi faktor utama para reviewer di Diklat Peneliti LIPI memberi grade bagus )

Perkembangan Software E-learning di Indonesia

Pengembangan software e-learning di Indonesia saat ini tampak semakin banyak dilakukan baik oleh institusi-institusi pendidikan untuk kepentingan intern proses belajar-mengajarnya, maupun oleh para vendor profesional untuk kepentingan komersial.

Di bidang pendidikan semakin banyak perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mulai mengembangkan dan mengimplementasikan e-learning untuk melengkapi pola pembelajaran konvensional yang ada. Pengembangan pada umumnya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak ketiga sebagai implementator, integrator dan penyedia layanan komunikasi. SDM intern di institusi tersebut lebih memfokuskan pada pengembangan content atau materi pembelajaran yang akan disampaikan melalui e-learning tersebut.

Salah satu contoh perkembangan e-learning di bidang pendidikan seperti dilansir Detikinet (21/11/2005) :

Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan 20 puluh universitas dari 11 negara di Asis yang tergabung di proyek School of Internet (SoI) Asia, meluncurkan platform Distance Learning atau pembelajaran jarak jauh generasi terbaru, yang pertama di dunia menggunakan teknologi multicast IPv6. Distance Learning dilaksanakan melalui perkuliahan, seminar, workshops, dan event khusus, baik secara real-time (langsung), maupun secara archived (terekam). Universitas-universitas yang jadi anggota, saling berbagi pengetahuan dan tenaga pengajar untuk keperluan mahasiswa-mahasiswa di 20 universitas ini

Untuk kepentingan komersial, semakin banyak pengembang software di Indonesia yang mengembangkan produk-produk software pembelajaran interaktif yang dapat mendukung e-learning. Beberapa produk yang ada di pasaran dikembangkan dengan konsep yang beragam. Beberapa produk dikembangkan dengan mengacu pada kurikulum pendidikan formal yang berlaku sehingga produk tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dimanfaatkan di institusi pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Pengembang lain memilih mengembangkan produk pembelajaran dengan materi yang bersifat lebih umum.

Dukungan Open Source untuk E-Learning

Jangan lupa bahwa produk-produk software e-learning dari berbagai vendor seperti dijelaskan di atas merupakan produk proprietary, sehingga untuk mengimplementasikannya tentunya dibutuhkan investasi dan biaya yang tidak kecil. Komponen investasi terbesar pada umumnya pada kepemilikan lisensi software-software e-learning yang dibutuhkan, baik sistem operasi, aplikasi LMS maupun software authoring untuk desain dan penyusunan material pembelajarannya

Apabila diinginkan efisiensi maka salah satu pilihan adalah pemanfaatan OpenSource software. Cukup menggembirakan bahwa komunitas opensource di dunia ternyata juga telah mulai mengembangkan berbagai aplikasi e-learning.

Dibidang LMS, ada beberapa produk opensource yang telah dikembangkan antara lain :

· A-LMS

· Anemalab

· Forel E-Learning LMS

· OLMS

· ILIAS, dll

Untuk pengembangan content atau material pembelajaran, dapat dimanfaatkan berbagai program authoring di platform Linux seperti : DrawSWF, OpenOffice Impress, dll.

Bagi institusi pendidikan di Indonesia, sejalan dengan program IGOS (Indonesia Goes to Open Source) yang merupakan program pemerintah untuk memasyarakatkan pemakaian opensource, semestinya berani untuk mulai memanfaatkan software-software opensource dalam mengembangkan e-learning di institusinya. Kreatifitas, kemandirian dan tentunya efisiensi akan lebih dirasakan dengan memanfaatkan opensource

Peran Industri TI dalam Perkembangan E-Learning Secara Umum

E-learning berkembang dengan dukungan penuh teknologi informasi. Di sini lebih tepat kita menggunakan istilah “Teknologi Informasi atau TI“daripada sebatas istilah sempit “Software”. E-learning berkembang tidak sebatas karena munculnya teknologi-teknologi software baru melainkan lebih luas mencakup pula perkembangan teknologi perangkat komputer dan networking.

E-learning dikembangkan dari perpaduan aspek pembelajaran dan aspek teknologi. Dari sisi teknologi, keberhasilan e-learning mencakup perpaduan aspek teknologi :

  • Software
  • Hardware & Networking/communication

Secara garis besar, kontribusi atau peran dari perusahaan-perusahaan atau vendor TI terhadap perkembangan implementasi e-learning dapat dikategorikan menjadi dua , yaitu sebagai :

· Technology Provider

· Service Provider

Technology Provider

Technology provider fokus pada pengembangan aplikasi e-learning dan platform berbasis web. Mereka mengembangkan software-software yang dibutuhkan baik untuk penyusunan material pembelajaran, hingga ke aplikasi pengelola sistem e-learning secara komprehensif. Technology provider mengembangkan software e-learning dan menjual lisensinya. Technology provider di bidang e-learning pun memiliki specialisasi yang berbeda, antara lain :

  • Pengembang LMS -Learning Management System

Learning Management System (LMS) berfungsi untuk menyimpan, mengelola dan mendistribusikan berbagai material pelatihan, ujian/test yang telah disiapkan. LMS dilengkapi dengan katalog on-line sehingga pembalajar dapat mengakses, memilih dan menjalankan berbagai materi pelatihan yang ada. LMS mampu mencatat log atau tracking aktivitas setiap pembelajar yang memanfaatkan e-learning.

Beberapa pengembang LMS di dunia antara lain :

  • Web-CT

Web-CT merupakan salah satu leader di bidang e-learning software di dunia dengan spesialisasi untuk implementasi di institusi pendidikan.

  • BlackBoard

Dengan aplikasi Academic Suite-nya, Blackboard juga menjadi salah satu leader aplikasi e-learning untuk institusi pendidikan.

Beberapa contoh produk software di atas merupakan integrated package yang meman sudah didesain dan dikembangkan secara profesional dan siap diimplementasikan.


Sebenarnya instritusi penyelenggara e-learning baik institusi pendidikan maupun korporat dapat mengembangkan aplikasi LMS dari awal (from zero). LMS dapat dikembangkan sendiri dengan : VBScript, ASP, SQL Server atau Javascript, PHP, MySQL. Tetapi tentunya konsekuensi waktu, sdm, biaya perlu dipertimbangkan.

Manfaat E-learning

Secara singkat, e-learning memberikan manfaat sebagai berikut :

· Fleksibel

E-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana saja baik yang memiliki akses ke Internet ataupun tidak. Bagi yang tidak memiliki koneksi internet, e-learning didistribusikan melalui movable media spe CD/DVD. Di samping itu pembelajar saat ini dapat pula memanfaatkan mobile technology seperti notebook, pda, atau telepon selular untuk mengakses e-learning. Fleksibiltas di dukung juga karena saat ini berbagai tempat sudah menyediakan sambungan internet / hot spot gratis menggunakan wi-fi atau wimax.

· Belajar Mandiri

E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar. Pembelajar bebas menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu modul yang ingin dipelajarinya terlebih dulu. Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum ia pahami, pembelajar bisa menghubungi instruktur, nara sumber melalui email, chat atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Bisa juga membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (Learning Management System).

· Efisiensi Biaya

Banyak efisiensi biaya bisa didapatkan dengan e-learning. Bagi penyelenggara, dalam hal ini universitas misalnya, biaya yang bisa dihemat antara lain :

Biaya administrasi pengelolaan (biaya gaji dan tunjangan selama pelatihan, biaya dosen pengajar dan tenaga administrasi pengelola pelatihan, makanan selama pelatihan),

Penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar (misalnya: penyewaan ataupun penyediaan ruang kelas, kursi, papan tulis, LCD player, OHP).

Bagi pembelajar, seperti dijelaskan di depan, efisiensi biaya transportasi dan akomodasi dapat diperoleh. Di sektor bisnis/korporat misalnya, apabila sebuah perusahaan skala nasional dengan cabang di bebagai propinsi akan memberikan pelatihan bagi karyawannya dari seluruh cabang di Indonesia. Berapa biaya transportasi dan akomodasi yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan pelatihan tersebut ?. Para karyawan pun terpaksa harus meninggalkan pekerjaan untuk mengikuti pelatihan. Berapa produktivitas yang hilang dengan mengikuti pelatihan secara konvensional. Dengan e-learning, material pelatihan dapat didistribusikan baik secara on-line maupun off-line ke seluruh cabang yang ada.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Dcreators