September 14, 2007

Artikel 3 (sejarah alat komputer)

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Sejarah Komputer

Ivan Sudirman

ivan@wiraekabhakti.co.id

Romi Satria Wahono

romi@romisatriawahono.net

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan

alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data

supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi

panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun

elektronik.

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan

pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan

matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca

kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan

komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.

Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke

dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting

dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan

tangan secara manual

3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh

motor elektronik

4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat

pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Klasifikasi komputer berdasarkan Generasi juga akan

dibahas secara lengkap pada tulisan ini.

ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIK

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa

tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi.

Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser

yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung

transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus

kehilangan popularitasnya.

Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642,

Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut

sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan

perhitungan pajak.

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi

untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan

berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.

Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716)

memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya,

alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.

Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat

menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles

Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar.

Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam

kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan

pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I.

Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.

Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles

Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin

mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama

berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu

langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin

mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk

menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan

perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan

menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi

serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh

tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang

pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842)

memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari

pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada

publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat

instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang

pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa

pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.

Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila

dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen

dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari

sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi

(berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan

penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan

perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880

membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya

populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikanperhitungan sensus.




Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh

alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan

menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain

memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan

data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dpat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian

mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating

Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924)

setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs

juga memproduksi alat pembac kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh

kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890-

1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931.

Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap

rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan

poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan

Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit

elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner

aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau

salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk

terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940.

Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

KOMPUTER GENERASI PERTAMA

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha

mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini

meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik kompu

ter.

Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk

mendesain pesawat terbang dan peluru kendali

Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943,

pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk

memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu

mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan

merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan

kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang

berakhir.

Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard

H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi

kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola

kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence

Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal

elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan

lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi

tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan

persamaan yang lebih kompleks.

Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer

(ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of

Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer


tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.

Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980),

ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih

cepat dibandingkan Mark I.

Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of

Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang

masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable

Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik

program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan

kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit

pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan

melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang

dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model

arsitektur von Neumann tersebut.

Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil

mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan

Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.


Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara

spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda

yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk

diprogram dan membatasi kecepatannya.

Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada

masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

KOMPUTER GENERASI KEDUA

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor

menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik

berkurang drastis.

Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa

pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang

lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya.

Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat

superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputerkomputer

ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar

data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal

dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi

kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence

Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development

Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa

assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk

menggantikan kode biner.

Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di

universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang

sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat

diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem

operasi, dan program.

Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di

kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer

generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya

memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga

yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapa tmencetak faktur

pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.

Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common

Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum

digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata,

kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan

seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan

(programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan

dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

KOMPUTER GENERASI KETIGA

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan

panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu

kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument,

mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan

tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada

ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip

tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponen

dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah

penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan

berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan

mengkoordinasi memori komputer.

KOMPUTER GENERASI KEEMPAT

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen

elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah

chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam

sebuah chip tunggal.

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan

untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah

keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga

meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada

tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah

komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang

sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.

Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh

kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti

microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan

mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer

biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah.

Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke

masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti

lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu

adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari

2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di

rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981

menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer

melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja

(desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan

komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple

Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara


saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan

penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM

PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita

kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.

Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali

potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputerkomputer

tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi

memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang

lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama

elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung

(disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi

sangat besar.

KOMPUTER GENERASI KELIMA

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda.

Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya

Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan

dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL

dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan

visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang

dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu

meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin.

Fasilitas ini tampak sederhan. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga

ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada konteks dan

pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan

komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan

paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan

dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak.

Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada

hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima.

Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya.

Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa

keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma

komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Dcreators