September 14, 2007

Artikel 4 (trend Teknologi Informasi)

Semakin Mudah, Semakin Murah tapi Semakin Berkualitas

Semakin mudah, semakin murah tetapi semakin berkualitas, demikian kira-kira ungkapan sederhana dari trend teknologi informasi & telematika di dunia pada saat ini.

Salah satu kunci utama dari telematika adalah effisiensi & penggunaan bersama sebuah fasilitas / infrastruktur. Contoh yang paling nyata yang ada di Indonesia pada hari ini adalah Warung Internet (WARNET) yang pada hari ini telah lebih dari 2000 buah seluruh Indonesia. Data cukup lengkap tentang WARNET di Indonesia dapat dilihat di http://www.natnit.net & http://warnet.idaman.com. Komunitas WARNET sendiri lebih sering berkumpul di mailing list asosiasi-warnet@yahoogroups.com dan asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com.

Mengapa teknologi WARNET menjadi menarik? Sebetulnya sederhana saja, karena dengan akal-akalan pemakaian saluran secara bersama di WARNET, seseorang dapat mengakses Internet dengan biaya Rp. 3500-6000 / jam. Jika anda cukup pandai, seperti yang dilakukan di UNPAR Bandung, di SMKN6 Jogyakarta dll. Biaya akses bisa ditekan menjadi Rp. 4200-5000 / bulan per siswa. Jadi siswa / pengguna tidak lagi membayar Internet setiap jam melainkan setiap bulan saja dan amat sangat murah.

Salah satu kunci utamanya terletak di perkembangan teknologi Microwave untuk menggantikan saluran komunikasi milik Telkom yang rata-rata hanya mampu 33.6Kbps, kalaupun kecepatan tinggi 64-128Kbps harus membayar mahal Rp. 8-10 juta / bulan. Teman-teman khususnya yang berpangkalan di asosiasi-warnet-broadband@yahoogroups.com & indowli@yahoogroups.com, telah cukup lama mengembangkan teknik sambungan mengunakan frekuensi 2.4GHz pada kecepatan 2-11Mbps, dengan biaya investasi sekitar Rp. 17 juta-an & biaya tahunan yang sedang di negosiasi dengan pihak POSTEL di indowli@yahoogroups.com, kami berharap bisa sekitar Rp. 0.5-2 juta / tahun saja.

Tentunya perkembangan teknologi akses tidak berhenti sampai disitu saja, beberapa rekan telah mengoperasikan jaringan data yang mampu sampai 155-622Mbps pada frekuensi cahaya infra merah di Jakarta. Harganya jelas jauh lebih murah daripada kita menyewa ke operator telekomunikasi yang ada saat ini. Contoh peralatan tsb. dapat dilihat di http://infraredsystems.net, http://www.pavdata.com, http://www.lsainc.com & http://www.silcomtech.com.

Peralatan / perangkat lunak komputer perkembangannya juga tidak kalau menarik, harga perangkat keras (dalam US$) menurun tajam terus menerus. Isu Hak Atas Kekayaan Intektual (HAKI) memang menjadi isu utama terutama di perangkat lunak. Microsoft telah menggugat lima (5) toko di Mangga Dua karena mengcopy secara ilegal produk mereka. Bagi pembaca yang tidak mampu membeli perangkat lunak yang legal, Linux menjadi alternatif yang menarik. Sangat menarik karena Linux menggunakan konsep copyleft (bukan copyright) sehingga semua source code tersedia secara gratis dan dapat dicopy sebanyak-banyaknya tanpa melanggar UU Hak Cipta. Linux berbahasa Indonesia telah dikembangkan oleh rekan-rekan Trustix Merdeka http://merdeka.trustix.co.id. Bagi pengguna pemula, cukup banyak rekan di Internet Indonesia yang bersedia membantu anda untuk belajar menggunakan Linux & dapat dilihat di http://www.linux.or.id & http://pandu.dhs.org.

Di bidang aplikasi khususnya Multimedia perkembangan yang sangat cepat juga terjadi. Pernahkah anda berfikir bahwa kita dapat memiliki sebuah production house sederhana yang mampu membuat VCD dengan dana dibawah Rp. 5 juta (di luar PC)? Itu sudah terjadi, kebetulan iseng-iseng saya mengumpulkan beberapa peralatan mulai dari Handycam Sony yang analog, di bantu peralatan video capture dari Dazzle http://www.dazzle.com yang harganya kurang dari US$100 lengkap dengan software MovieStar untuk video editing sudah mampu menghasilkan klipping video dalam bentuk format MPEG-2. Dengan di bantu dengan software WinOnCD file MPEG-2 tersebut dapat ditulis ke CD-ROM melalui CD Writer (yang harganya Rp. 1.2-1.3 juta-an) untuk menjadi VCD.

Belum lagi di bantu peralatan digital camera, kebetulan saya menggunakan Kodak DC4800 3.1 juta pixel. Yang dibantu berbagai software untuk memproses gambar sangat membantu kita dalam memproduksi gambar-gambar yang sangat baik kualitas-nya. Salah satu yang saya kebetulan suka adalah software ArcSoft Panorama Maker 2000 yang mampu membuatkan kita paranorama secara otomatis dalam format JPEG maupun Movie dari hasil jepretan beberapa gambar dari panorama alam bebas. Tampak pada gambar contoh adalah panorama perbukitan di sekitar gunung Tangkuban Perahu hasil rangkaian beberapa gambar.

Artikel

Copyright by Onno W. Purbo

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Dcreators